Hari Kesaktian Pancasila di SMAN 5 Balikpapan: MENGHIDUPKAN PANCASILA DALAM TINDAKAN & ORGANISASI
Hari Kesaktian Pancasila di SMAN 5 Balikpapan: MENGHIDUPKAN PANCASILA DALAM TINDAKAN & ORGANISASI
Balikpapan, 1 Oktober 2026 — Lapangan upacara SMAN 5 Balikpapan menjadi ruang refleksi bagi seluruh warga sekolah pada Kamis pagi, 1 Oktober 2026. Hari yang cerah, tepat pukul 07.15 WITA, seluruh peserta didik kelas X, XI, dan XII bersama Dewan Guru serta staf Tata Usaha mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila dengan penuh khidmat. Momentum tersebut tidak hanya menjadi agenda peringatan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila perlu terus dihidupkan dalam keseharian.
Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Bapak Sulkifli, S.Pd.I, mengajak peserta didik untuk tidak berhenti pada kemampuan menghafal dan melafalkan lima sila Pancasila. Menurutnya, makna Pancasila justru terlihat dari tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sikap jujur, saling menghargai, menjaga persatuan, dan menggunakan kecerdasan untuk hal-hal positif merupakan bagian dari cara generasi muda mengamalkan Pancasila. Pesan tersebut menjadi ajakan bagi seluruh peserta didik untuk menjadikan Pancasila bukan sekadar teks yang diucapkan, tetapi nilai yang tercermin dalam perilaku.
Rangkaian upacara dilanjutkan dengan serah terima pengurus Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) periode 2026–2027. Selaku pembina MPK, Ibu Martina P., S.Sn (Guru Seni Budaya), menyampaikan bahwa MPK memiliki peran penting sebagai wadah perwakilan murid untuk menampung aspirasi, mengawasi kinerja OSIS, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara peserta didik dan manajemen sekolah. Serah terima kepengurusan ini menjadi awal bagi para pengurus baru untuk melanjutkan amanah dengan tanggung jawab, komunikasi, dan semangat kebersamaan.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan serah terima MPK menjadi dua agenda luar biasa yang saling menguatkan: Pancasila mengajarkan nilai, sementara organisasi siswa menjadi ruang untuk mempraktikkannya. Dari lapangan upacara SMAN 5 Balikpapan, semangat itu diharapkan tumbuh menjadi budaya sekolah—mendorong generasi muda untuk berani menyampaikan aspirasi, menghargai perbedaan, bertanggung jawab, dan menjaga persatuan. Berkarakter dalam sikap, berilmu dalam berpikir, dan berintegritas dalam bertindak.
MsOa
0 Komentar
Bergabunglah dalam diskusiTinggalkan Komentar