Inovasi Kemasan Pendeteksi Kesegaran Makanan Bawa SMAN 5 Balikpapan Raih Medali Perak di Ajang Internasional ISIF 2026
Inovasi Kemasan Pendeteksi Kesegaran Makanan Bawa SMAN 5 Balikpapan Raih Medali Perak di Ajang Internasional ISIF 2026
Tim riset pelajar dari SMA Negeri 5 Balikpapan berhasil meraih Medali Perak (Silver Medal) dalam ajang kompetisi tingkat internasional, International Science and Invention Fair (ISIF) 2026. Pengumuman pemenang tersebut disampaikan secara daring pada Jumat (9/10/2026).
Kompetisi ISIF 2026 diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) yang bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI). Turun pada kategori Riset dan Inovasi, tim SMAN 5 Balikpapan mempresentasikan inovasi berjudul "BioSense Pack: A pH-Responsive Biodegradable Chitosan-PVA Film with Natural Anthocyanin-Betacyanin Pigments as a Food Freshness Indicator".
Inovasi tersebut merupakan pengembangan film plastik biodegradable (ramah lingkungan) berbahan dasar Kitosan-PVA. Film ini difungsikan sebagai indikator pendeteksi kesegaran makanan, khususnya ikan, dengan memanfaatkan pigmen warna alami dari ekstrak Antosianin (kol ungu) dan Betasianin (limbah kulit buah naga) yang responsif terhadap perubahan pH.
Tim riset ini beranggotakan enam siswa kelas XII, yakni Elisabeth Sekar Hayuningrum selaku ketua tim, bersama Reginna Angel Malika Hutagalung, Ribka Lamtiur Hasiholan Sagala, Heiko Radhika Arifianto, Putri Anika Az-Zahra, dan Triana Aprilia Antuke.
Di bawah bimbingan guru Dwi Agusningtyas, M.Pd., tim melakukan serangkaian proses penelitian yang komprehensif sejak bulan Juli hingga Agustus 2026. Eksperimen dilakukan di beberapa lokasi, mulai dari Laboratorium Kimia SMAN 5 Balikpapan, Laboratorium Terpadu Institut Teknologi Kalimantan (ITK), hingga Universitas Mulia.
"Penelitian ini menuntut proses yang cukup panjang, mulai dari ekstraksi bahan alami, pencampuran basis, hingga uji aplikasi langsung pada kemasan ikan selama lebih dari 50 jam. Kami bersyukur kerja keras tim bisa membuahkan medali perak di tingkat internasional," ujar Elisabeth mewakili timnya.
Senada dengan hal tersebut, Dwi Agusningtyas, M.Pd., selaku guru pembina menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran yang aplikatif. "Melalui riset ini, siswa belajar menerapkan konsep kimia secara langsung untuk mencoba memecahkan masalah keamanan pangan dan kelestarian lingkungan," tuturnya.
Prestasi di ajang ISIF 2026 ini memiliki bobot yang signifikan bagi para siswa secara akademis. Kompetisi ini telah terkurasi resmi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hal ini memastikan bahwa sertifikat dan piagam penghargaan yang diraih diakui secara nasional dan dapat dimanfaatkan oleh para siswa sebagai portofolio untuk mendaftar seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), khususnya melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Pencapaian ini sekaligus memperkuat citra positif SMA Negeri 5 Balikpapan sebagai institusi pendidikan yang aktif mendukung pengembangan budaya literasi sains, penelitian, dan inovasi di kalangan pelajar.
DaMs
0 Komentar
Bergabunglah dalam diskusiTinggalkan Komentar